Cloud Computing, Lapangan Pekerjaan Baru

30 views

Tidak ada keraguan bahwa salah satu topik paling hangat di dunia IT ketika ini yaitu cloud computing. Dengan segudang laba bagi dunia bisnis, banyak organisasi dan perusahaan yang mentransformasi infrastruktur ITnya ke model cloud computing. Sayangnya sisi positif ini membawa rumor tidak sedap sehingga membuat hati para profesional IT menjadi galau. Rumor tersebut menyebutkan cloud computing akan menurunkan tingkat kebutuhan industri akan tenaga profesional IT. Dengan kata lain, akan banyak pekerja IT yang kehilangan pekerjaan. Apakah rumor itu benar?

Cloud computing yaitu sebuah evolusi dalam dunia bisnis. Model tersebut hadir mengatakan peningkatan efisiensi dengan mereduksi biaya pengadaaan infrastruktur IT. Terlebih dengan automatisasi serta fasilitas dalam pengelolaannya, sepintas membawa kesan bahwa infrastruktur tersebut cukup dioperasikan oleh satu orang saja.

Cloud computing tidak akan menyingkirkan para profesional IT dari perusahaan begitu saja. Akan tetapi, cloud computing akan mengubah tren pekerjaan di bidang IT. Hal ini tentunya menuntut para staf IT untuk beradaptasi, mengupdate pengetahuan dan keahlian sesuai dengan perkembangan zaman.

Sebuah studi yang dilakukan oleh analis dari IDC melaporkan bahwa cloud computing akan membuat hampir 14 juta pekerjaan gres di seluruh dunia. Detailnya, laporan tersebut memperlihatkan angka 8,8 juta untuk tahun 2013, yang meningkat di 2014 menjadi 11,3 juta. Angka tersebut terus naik sampai mencapai 13,8 juta pada tahun 2015. Ini faktual memperlihatkan kebutuhan akan profesional IT yang terus meningkat seiring maraknya tren cloud computing.

Mengenai persebaran geografis, laporan tersebut memperlihatkan dominasi pada wilayah China dan India. Hal ini salah satunya disebabkan lantaran kedua negara tersebut yaitu negara yang paling cepat mengadopsi model cloud computing. Menyusul di belakang kedua negara tersebut yaitu negara-negara dari daerah Asia/Pasifik yang jumlahnya mengalahkan Eropa bahkan Amerika. Menariknya, Indonesia ikut memainkan tugas penting dalam tren tersebut. Disebutkan bahwa bersama dengan China dan India, Indonesia akan membuat total 7 juta lapangan pekerjaan gres sampai tahun 2015. Meskipun Indonesia tergolong negara dengan jumlah pengangguran yang cukup tinggi, tetapi tren cloud computing akan membuat pertumbuhan lapangan kerja dari tahun 2012 sampai 2015 sebesar 102%. Tentunya ini merupakan angin segar bagi masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang berkecimpung di dunia teknologi informasi.

Lapangan pekerjaan gres tersebut akan tersedia pada hampir semua sektor industri. Hasil studi IDC memperlihatkan bahwa industri komunikasi dan media akan menjadi sektor yang paling banyak membuka lapangan pekerjaan baru. Perbankan, manufaktur, pendidikan dan pemerintahan juga akan banyak menyerap tenaga kerja. Lapangan pekerjaan tersebut mulanya akan lebih banyak tersebar di industri kecil dan menengah dibandingkan industri skala besar. Data ini bisa dimengerti lantaran memang butuh waktu yang lebih usang untuk mentransformasi infrastruktur IT kelas enterprise ke model cloud computing.

Kesimpulannya, semua kembali ke diri masing-masing. Jika enggan mengikuti keadaan mempelajari hal-hal baru, maka cloud computing secara perlahan tapi niscaya akan menjadi penggusur bagi sejumlah staf IT dari perusahaan tempat mereka bekerja. Tetapi jikalau bisa mendapatkan tantangan ini sembari mengupdate pengetahuan dan keahlian, maka cloud computing akan menjadi lapangan pekerjaan gres yang menjanjikan.


Sumber https://ilmukomputer.org/

Author: 
    author
    No related post!