Fungsi

36 views
Fungsi,5 / 5 ( 1votes )

Fungsi yaitu grup/blok kegiatan untuk melaksanakan kiprah tertentu yang berulang. Fungsi menciptakan instruksi kegiatan menjadi reusable, artinya hanya di definisikan sekali saja, dan lalu sanggup dipakai berulang kali dari daerah lain di dalam program.

Fungsi memecah keseluruhan kegiatan menjadi bab – bab yang lebih kecil . Dengan semakin besarnya program, maka fungsi akan membuatnya menjadi lebih gampang diorganisir dan dimanage.

Sejauh ini, kita sudah memakai beberapa fungsi, contohnya fungsi print(), type(), dan sebagainya. Fungsi tersebut yaitu fungsi bawaan dari Python. Kita sanggup menciptakan fungsi kita sendiri sesuai kebutuhan.


Mendefinisikan Fungsi

Berikut yaitu sintaks yang dipakai untuk menciptakan fungsi:

def function_name(parameters):
"""function_docstring"""
statement(s)
return [expression]

Penjelasannya dari sintaks fungsi di atas:

  1. Kata kunci def diikuti oleh function_name (nama fungsi), tanda kurung dan tanda titik dua (:) menandai header (kepala) fungsi.
  2. Parameter / argumen yaitu input dari luar yang akan diproses di dalam badan fungsi.
  3. "function_docstring" bersifat opsional, yaitu sebagai string yang dipakai untuk dokumentasi atau klarifikasi fungsi. “function_doctring” diletakkan paling atas sesudah baris def.
  4. Setelah itu diletakkan baris – baris pernyataan (statements). Jangan lupa indentasi untuk menandai blok fungsi.
  5. return bersifat opsional. Gunanya yaitu untuk mengembalikan suatu nilai expression dari fungsi.

Berikut yaitu pola fungsi untuk menyapa seseorang.

 
def sapa(nama):
"""Fungsi ini untuk menyapa seseorang sesuai nama yang dimasukkan sebagai parameter"""
print("Hi, " + nama + ". Apa kabar?")

# pemanggilan fungsi
# output: Hi, Umar. Apa kabar?
sapa('Umar')

 

Memanggil Fungsi

Bila fungsi sudah didefinisikan, maka ia sudah sanggup dipanggil dari daerah lain di dalam program. Untuk memanggil fungsi caranya yaitu dengan mengetikkan nama fungsi berikut paramaternya.

Untuk fungsi di atas, kita sanggup melakukannya menyerupai pola berikut:

>>> sapa('Galih')
Hi, Galih. Apa kabar?

>>> sapa('Ratna')
Hi, Ratna. Apa kabar?

Docstring

Docstring yaitu kependekan dari documentation string. Ini berfungsi sebagai dokumentasi atau keterangan singkat ihwal fungsi yang kita buat. Meskipun bersifat opsional, menuliskan docstring yaitu kebiasaan yang baik.

Untuk pola di atas kita menuliskan docstring. Cara mengaksesnya yaitu dengan memakai format namafungsi.__doc__

>>> print(sapa.__doc__)
"""Fungsi ini untuk menyapa seseorang sesuai nama yang dimasukkan sebagai parameter"""

Pernyataan return

Pernyataan return dipakai untuk keluar dari fungsi  dan kembali ke baris selanjutnya dimana fungsi dipanggil.

Adapun sintaks dari return adalah:

return [expression_list]

return sanggup berisi satu atau beberapa verbal atau nilai yang dievaluasi dan nilai tersebut akan dikembalikan. Bila tidak ada pernyataan return yang dibentuk atau verbal dikosongkan, maka fungsi akan mengembalikan objek None.

Perhatikan jika hasil keluaran dari fungsi sapa kita simpan dalam variabel.

>>> keluaran = sapa('Gani')
>>> print(keluaran)
None


Argumen Fungsi

Kita sanggup memanggil fungsi dengan memakai salah satu dari empat jenis argumen berikut:

  1. Argumen wajib (required argument)
  2. Argumen kata kunci (keyword argument)
  3. Argumen default
  4. Argumen dengan panjang sembarang

Argumen Wajib

Argumen wajib yaitu argumen yang dilewatkan ke dalam fungsi dengan urutan posisi yang benar. Di sini, jumlah argumen pada dikala pemanggilan fungsi harus sama persis dengan jumlah argumen pada pendefinisian fungsi

Pada pola fungsi sapa() di atas, kita perlu melewatkan satu argumen ke dalam fungsi sapa(). Bila tidak, maka akan muncul error.

>>> sapa('Umar')
Hi Umar. Apa kabar?

>>> # akan muncul error
>>> sapa()
Traceback (most recent call last):
File "<pyshell#5>", line 1, in <module>
sapa()
TypeError: sapa() missing 1 required positional argument: 'nama'

Argumen Kata Kunci

Argumen dengan kata kunci berkaitan dengan cara pemanggilan fungsi. Ketika memakai argumen dengan kata kunci, fungsi pemanggil memilih argumen dari nama parameternya. Hal ini menciptakan kita sanggup mengabaikan argumen atau menempatkannya dengan sembarang urutan.

Python sanggup memakai kata kunci yang disediakan untuk mencocokkan nilai sesuai dengan parameternya. Jelasnya ada pada pola berikut:

 
# definisi fungsi print_string
def print_string( str ):
"""Menampilkan argumen string str ke layar"""
print (str)

# Kita memanggil fungsi dengan kata kunci
print_string( str = "Hello Python")

Urutan parameter tidak menjadi masalah. Perhatikan pola berikut:

 
# Definisi fungsi
def print_info( nama, usia ):
"""Fungsi ini menampilkan isu yang dimasukkan"""
print ("Nama: ", nama)
print ("Usia: ", usia)

# Memanggil fungsi
# output
# Name: Budi
# Usia: 25
print_info( usia = 25, nama = "Budi" )

Argumen Default

Fungsi dengan argumen default memakai nilai default untuk argumen yang tidak diberikan nilainya pada dikala pemanggilan fungsi. Pada pola berikut, fungsi akan menampilkan usia default jika argumen usia tidak diberikan:

 
# Definisi fungsi
def print_info( nama, usia= 17 ):
"""Fungsi ini menampilkan isu yang dimasukkan"""
print ("Nama: ", nama)
print ("Usia ", usia)

# Memanggil fungsi print_info
print_info( usia = 29, nama = "Galih" )

# Pemanggilan fungsi tidak menyediakan argumen usia
print_info( nama = "Galih" )
 

Pada pola di atas, pemanggilan fungsi kedua tidak menyediakan nilai untuk parameter usia, sehingga yang dipakai yaitu nilai default yaitu 17. Bila kegiatan di atas dijalankan, balasannya yaitu menyerupai berikut:

Nama: Galih
Usia: 29
Nama: Galih
Usia: 17

Argumen Dengan Panjang Sembarang

Terkadang kita butuh untuk memproses fungsi yang mempunyai banyak argumen. Nama – nama argumennya tidak disebutkan dikala pendefinisian fungsi, beda halnya dengan fungsi dengan argumen wajib dan argumen default.

Sintaksnya fungsi dengan argumen panjang sembarang yaitu menyerupai berikut:

def function_name([formal_args,] *var_args_tuple): 
"""function_docstring"""
statement(s)
return [expression]

Tanda asterisk (*) ditempatkan sebelum nama variabel yang menyimpan nilai dari semua argumen yang tidak didefinisikan. Tuple ini akan kosong jika tidak ada argumen pelengkap pada dikala pemanggilan fungsi. Berikut yaitu contohnya:

 
# Definisi fungsi
def print_info( arg1, *vartuple ):
"""Fungsi untuk menampilkan nilai argumen sembarang yang dilewatkan"""
print ("Outputnya adalah: ")
print (arg1)
for var in vartuple:
print (var)

# Pemanggilan fungsi
# Satu argumen
print_info( 10 )

# Empat argumen
print_info( 10, 30, 50, 70 )

Pada dikala kegiatan di atas dijalankan maka balasannya yaitu menyerupai berikut:

Outputnya adalah:
10
Outputnya adalah:
10
30
50
70


Ruang Lingkup (Scope) Variabel

Di Python, tidak semua variabel sanggup diakses dari semua tempat. Ini tergantung dari daerah dimana kita mendefinisikan variabel. Ruang lingkup variabel ada dua, yaitu:

  • Global
  • Local

Variabel yang didefinisikan di dalam fungsi mempunyai scope lokal, sedangkan variabel yang didefinisikan di luar fungsi mempunyai scope global.

Ini berarti, variabel lokal hanya sanggup diakses dari dalam fungsi di mana ia di definisikan, sedangkan variabel global sanggup diakses dari seluruh daerah dimanapun di dalam program. Berikut yaitu contohnya:

 
total = 0
# Variabel global
# Definisi fungsi
def sum( arg1, arg2 ):
"""Menambahkan variabel dan mengembalikan hasilnya."""
total = arg1 + arg2;
# total di sini yaitu variabel lokal
print ("Di dalam fungsi nilai total : ", total)
return total

# Pemanggilan fungsi sum
sum( 10, 20 )
print ("Di luar fungsi, nilai total : ", total )
 

Pada dikala dijalankan, maka balasannya yaitu menyerupai berikut:

Di dalam fungsi nilai total : 30
Di luar fungsi, nilai total : 0

Perhatikan bagaimana variabel total di dalam dan di luar fungsi yaitu dua variabel yang berbeda.

 

Lebih lanjut ihwal fungsi sanggup Anda baca di fungsi lanjut Python.

Author: 
    author
    No related post!