IT Paradox – Antara Perkembangan IT dan Kenyataannya

27 views

IT yang merupakan abreviasi dari Information Technology atau sering disebut Teknologi Informasi yang merupakan ilmu dalam hal pengumpulan sebuah info atau data digital yang diolah untuk mendapat solusi dalam penyelesaian masalah.

Sedangkan IT Paradox ialah sebuah fenomena yang bertolak belakang antara perkembangan IT dengan kenyataan yang sebenarnya. Dalam hal ini, IT berkembang dengan cepat tanpa diikuti oleh kenyataan yang mendukung perkembangan tersebut.

Dewasa ini, bidang IT menjadi primadona dalam masyarakat. Bahkan secara tidak eksklusif kita telah karam dalam persaingan dibidang IT, entah bersaing sebagai pengguna atau bahkan telah bersaing sebagai pencipta suatu produk dalam bidang IT. Persaingan dalam bidang IT telah berkembang dalam banyak sekali aspek, mulai dari aspek pendidikan, pemerintahan, dan bahkan dunia bisnis.

Persaingan dalam bidang IT di aspek pendidikan tampak pada banyak bermunculan perguruan tinggi tinggi yang membuka prodi Teknik Informatika, sebab peminat ilmu informatika yang marak atau bahkan telah menjadi tren. Karena banyak yang berpikiran, “tenaga IT kini banyak dibutuhkan” jadi banyak yang menentukan bidang ini dalam menimba ilmu biar nantinya gampang mendapat pekerjaan. Tapi apakah sehabis masuk di dunia IT, kita bisa bersaing? Banyak fenomena yang terjadi diantara pelajar-pelajar/mahasiswa-mahasiswa IT malah tak bisa menyerap ilmu IT yang sesungguhnya, hingga kesudahannya kuliah jadi molor. Justru inilah yang menjadi paradoks dibidang IT.

Jika kalian berpikir “tanpa lulus kuliah kita tidak akan bisa bersaing dalam dunia IT” itu SALAH. Mengacalah pada tokoh-tokoh berikut: Bill Gates, Steve Jobs, Mark Zuckeberg. Mereka salah satu pola mahasiswa drop out (DO) atau dengan kata lain tidak lulus kuliah. Tapi mereka bisa bersaing dalam dunia IT. Mampu menempatkan nama menjadi tokoh yang berperan dalam perkembangan IT.

Dalam dunia bisnis, persaingan sering terjadi pada produsen-produsen IT ibarat IBM, Apple, Microsoft, Google, dan lain-lain. Semua bersaing membuatkan produknya masing-masing hingga tak ada yang bisa menyaingi, entah dalam hal software maupun hardware. Perang produk sistem operasi, smartphone, laptop, maupun tablet ini telah menimbulkan masyarakat sebagai budak IT. Bagaimana tidak, misalkan saja produk android gres muncul, tak usang lalu muncul versi terbaru. Dan menggeser produk yang lama. Dan kebanyakan orang akan mencari versi terbaru dan menjual yang lama. Hal ini justru memperbudak masyarakat dalam perkembangan IT.

Kita lihat kesuksesan perusahaan Google Inc yang telah menjadi perusahaan raksasa internet dan gadget. Siapa yang tidak mengenal google yang telah membuat mesin pencari (search engine) dan sistem operasi Android itu? Kemajuan-kemajuan IT tidaklah memperbudak manusia. Justru insan itu sendiri yang memperbudak diri dengan perkembangan IT. Kenapa harus berganti gadget dengan versi android yang baru, jikalau hanya ingin mendapat fitur lebih. Kenapa kita tidak ikut terjun membuatkan aplikasi android? itulah tugas serta kita dalam dunia IT. Karena kita tau bahwa android itu bersifat open source, dan kita bisa memasang tugas sebagai developer.

Pemanfaatan IT dalam bidang perdagangan tampak pada konsep e-commerce atau e-bisnis dengan mediator toko online untuk berdagang. Sudah banyak bermunculan toko-toko online yang beredar di dunia maya. Yang menjadi paradoks dalam hal ini ialah mudahnya penipuan terjadi sehingga banyak orang yang tidak percaya pada penjual-penjual online tersebut. Hal ini terjadi sebab proses perdagangan tanpa bertatap muka dan yang sering dirugikan ialah konsumen sebab harus mentrasfer sejumlah uang terlebih dahulu sebelum barang dikirim oleh penjual. Mungkin inilah yang menjadi hambatan perkembangan e-commerce terhambat.

Jika berkembangnya e-commerce justru membuat hal-hal negatif ibarat penipuan dan lain sebagainya. Kita harus mencontoh Amazon.com yang telah berhasil menjadi perusahaan perdagangan yang bisa memanfaatkan e-commerce dengan baik.

Dengan berkembangnya IT telah mengubah pola konsumtif terhadap masyarakat. Sebagian besar orang rela mengeluarkan uang lebih besar hanya untuk membeli smartphone yang mempunyai banyak fitur, padahal yang diharapkan hanyalah fitur sms dan call saja. Padahal smartphone sanggup dimanfaatkan lebih dari sekedar sms dan call saja. Kenapa tidak membeli handphone biasa saja kalau hanya dipakai untuk sms dan call saja? Itulah justru yang menjadi paradoks dalam bidang IT.

Itu kembali pada pribadi masing-masing orang, hanya orang-0rang yang siaplah yang sanggup memanfaatkan perkembangan IT dengan sebaik-baiknya. Karena setiap perkembangan zaman, berkembang pula teknologi yang digunakan, oleh sebab itu jadikan diri kita menjadi pribadi yang siap dalam perkembangan teknologi tersebut. Dan sanggup memanfaatkan perkembangan teknologi dengan sebaik-baiknya.

Sebenarnya yang salah bukanlah perkembangan IT, yang salah ialah pemanfaatan IT sendiri. Jika perkembangan IT telah merambah ke dalam banyak sekali aspek kehidupan, secara tidak eksklusif kita telah ikut mencicipi manfaat perkembangan IT sendiri.

Kesiapan ialah kunci utama untuk sanggup menjadi aktivis ataupun tokoh yang ikut membuatkan teknologi. Karena teknologi tidak ada batasnya, akan terus berkembang hingga pada kesudahannya nanti ketika teknologi tak bisa lagi berkembang, ketika itulah final dari dunia ini. Yang berpengaruh dalam dunia IT hanya beliau yang bisa bersaing dan siap terjun dalam perkembangan IT dengan sebaik-baiknya.


Sumber https://ilmukomputer.org/

Author: 
    author
    No related post!