Kerja Tanpa Kantor? Siapa Takut

20 views

Mungkin tidak pernah terbayangkan oleh sebagian besar orang bau tanah kita bahwa pada hari ini & kemungkinan besar dimasa mendatang bahwa bekerja tidak identik dengan berkantor. Pada tempo doeloe, bekerja di kantoran mungkin sangat bergengsi & menjadi kelas elit tersendiri pada generasi eyang, tante, oom & para orang bau tanah kita. Kalau kita bekerja sendiri, di rumah – wah bisa repot urusan dengan mertua & orang tua. Di cap orang tak mempunyai kegunaan lah, tidak terpakai dll. Sialnya, pada hari ini, para orang bau tanah sepertinya harus gigit jari & mendapatkan kenyataan bahwa justru semakin banyak & semakin bergengsi pekerjaan-pekerjaan yang tidak mempunyai pekerjaan eh kantor. Mengapa? Karena pada kesudahannya yang di tuntut dari seorang profesional bukan ketidakhadiran kantor-nya melainkan sasaran / hasil / pencapaian objektif. Kecuali di forum pemerintahan, ketidakhadiran sepertinya masih menjadi paradigma berkarya – yah selamat bertugaslah untuk rekan PNS.

Mungkin alasannya saya berada di dunia Internet, dalam banyak kesempatan saya ketemu banyak profesional dengan mobilitas tinggi, kalaupun mempunyai kantor sering kali meninggalkan kantor-nya – bahkan sangat lumrah jikalau pekerjaannya dikerjakan di rumah atau sambil ngobrol & minum kopi di cafe bersama mitra-mitra-nya. Leisure, hobby, kebebasan dan mengerjakan apa yang mereka sukai sangat mayoritas di diri para profesional tersebut. Bukan hal yang asing jikalau kita melihat teman-teman profesional ini seakan tidak terikat pada satu kantor yang tetap. Pekerjaan kontrakan & servis yang mengandalkan profesionalitas & keahlian yang sangat spesifik menjadi sangat mayoritas diantara para profesional. Tampaknya, keahlian & kesukaan yang spesifik menjadi andalan para profesional yang umumnya masih muda antara usia 27-40-an tahun.

Penghasilan jangan di tanya, minimal Rp. 5-10 juta merupakan gross monthly income paling jelek diantara profesional ini. Jelas jauh lebih baik daripada fresh graduate yang umumnya Rp. 750.000 / bulan itu. Memang masih sedikit para profesional yang bekerja betul-betul bebas & sangat mobile ibarat ini, tapi kecenderungan ke arah itu sangat menonjol terutama di rekan-rekan muda usia sekitar 30-an. Menjadi terbaik yaitu dambaan dalam suasana kompetisi yang sehat. Pengakuan dilakukan secara pribadi oleh komunitas, bahkan bukan hal yang luar biasa jikalau terekspose oleh media massa – alasannya mereka memang terbaik tanpa prosedur KKN murni kompetisi & fight.

Laptop, palmtop, personal digital assistance (PDA), handphone menjadi peralatan yang sangat lumrah bagi para profesional tersebut. Yah minimal jalan masuk ke WARNET yang didukung dengan handphone menjadi ciri khas para rekan muda tersebut. Komunikasi yang intens menjadi ciri khas dari para profesional ini, e-mail traffic di banyak sekali mailing list yang diselingi oleh banyak gosip SMS berseliweran di layar telepon genggam menjadi bab integral kehidupan mereka. Bahkan sebagian besar berkas pekerjaan-pun banyak di kirim dalam bentuk attachment di e-mail. Memang kadang sebagian merupakan canda tawa diantara mereka, tapi itulah bab dari ke akraban kehidupan di dunia tanpa batas yang banyak di nikmati terutama oleh profesional muda maupun mahasiswa / siswa.

Pada tingkat yang lebih serius, jangan kaget jikalau di kereta api, ruang tunggu airport, pesawat terbang melihat para profesional asik men-tik keyboard Nokia 9230 atau bekerja secara online pada PDA / Palmtop Jornada-nya yang terkait dengan PCMCIA modem dengan built-in pesawat handphone.

Unified messaging antara SMS, e-mail, FAX menjadi teknologi pemicu, teknologi unified messaging sudah sangat terasa ketika ini – integrasi antara gosip SMS ke e-mail ke FAX sanggup menjadi saling terkait & sangat membantu para direktur & profesional mobile untuk bermanouver di dunia informasi.

Yah itulah kantor mereka, itulah gaya bekerja mereka, gaya hidup sebagian profesional muda yang sangat mobile pada hari ini. Bukan tidak mungkin jumlah mereka akan semakin banyak di masa mendatang. Investasi peralatan US$400-1000 menjadi ter-justified dengan gross income minimal mereka yang antara US$500-1000 / bulan.

Kapankah anda bisa melaksanakan hal tersebut? Jelas bukan pada ketika anda mempunyai laptop, palmtop atau HP – hal tersebut akan terjadi dengan sendiri-nya pada ketika anda mempunyai skill keahlian yang sangat spesifik & diakui ke-profesionalisme-annya oleh komunitas. Umumnya bekas mahasiswa saya bisa mencapai tahapan tersebut dalam waktu 2-4 tahun, jikalau dipupuk dengan benar & baik di masa sekolah di sekolah tinggi tinggi & SMU.


Sumber https://ilmukomputer.org/

Author: 
    author
    No related post!