Spiralisasi Pengetahuan: Teknik Menghidupkan Pengetahuan Kita

27 views

Teringat tujuh tahun yang lalu, saat pertama kali menerima kesempatan arubaito (part time) sebagai programmer di beberapa perusahaan di Jepang. Yang terpikirkan yakni laba materi dan pengalaman yang akan saya dapat. Waktu terus berjalan, perusahaan demi perusahaan saya hampiri, pengalaman demi pengalaman saya dapatkan. Dari menjadi seorang sistem engineer, network administrator, programmer, lecturer, hingga konsultan pun sudah pernah saya jalani.

Dan tanpa saya sadari, ternyata ada satu hal penting yang telah saya lupakan. Pengalaman dan pengetahuan yang saya lalui, juga know-how yang saya kuasai, sesungguhnya belumlah menjadi pengetahuan yang benar-benar berguna. Atau dengan kata lain, saya belum “menghidupkan” pengetahuan yang saya miliki secara berkesinambungan untuk diri sendiri, dan juga dalam kemasan pengetahuan yang sanggup mencerahkan orang lain. Kaprikornus saya belum mengubahnya menjadi sesutu yang bermanfaat secara luas.

Suatu pengetahuan untuk sanggup menjadi “lebih hidup” dan bermanfaat secara luas harus melewati fase “pengubahan”, atau Ikujiro Nonaka dan Hirotake Takeuchi menyebutnya sebagai suatu dalam proses knowledge spiral. Saya sendiri lebih bahagia menyebut proses itu dengan spiralisasi pengetahuan. Dan inilah ternyata hal penting yang tidak saya lakukan. Saya terlupa untuk mengadakan spiralisasi pengetahuan yang akarnya terbagi menjadi empat.

Download Tulisan Lengkap: romi-spiralisasipengetahuan.zip


Sumber https://ilmukomputer.org/

Author: 
    author
    No related post!