Strategi Desain Web Sukses

25 views

Para pakar design menyampaikan “Webdesign isn’t art”. Kenapa demikian? Karena hasil karya tersebut merupakan kompilasi dari aneka macam hasil keahlian dan perpaduan gambar serta layout. Kesatuan semua elemen tersebut tidak hanya menghasilkan sebuah estetika yang menyenangkan tetapi juga sanggup menjalin sebuah komunikasi interaktif dan juga adanya kemudahan kemudahan untuk mengakses isi web tersebut.

Inilah saatnya para webdesigner membutuhkan “Strategi”. Sebuah taktik dimana kita harus sanggup menggabungkan harapan atau harapan sebuah organisasi ke dalam sebuah design. Sebuah design yang cerdas dan folus tidak hanya kelihatan fantastic atau ngetrend. Tetapi perlu dipikirkan focus dari tujuan web tersebut dibuat. Contohnya : Sebuah web jualan computer atau komunitas game niscaya akan dibanjiri file-file image terlihat lebih bagus. Sebuah blog yang berisi opini/pengalaman langsung tidak harus dengan design yang mengesankan. Bisa jadi cukup dibentuk dengan simple dengan warna yang sedikit asalkan unik, ringan dan gampang dalam menjelajah dan mengomentari blognya.

Implementasi Design Webmaster

Kita sanggup menggunakan 6 langkah dibawah ini sebagai bab dari taktik dalam sebuah design web:

1. Menetapkan Tujuan Sebuah Web

Salah satu yang harus dipastikn ketika akan mengerjalan sebuah pekerjaan webdesain yaitu tujuan simpulan dari sang pemilik web. Apakah yang ingin dicapai ketika menginginkan sebuah web gres atau redesain web? Apa yang menjadi tjuan utama dari web tersebut. JIka ternyata client anda belum tahu wacana hal tersebut. Maka anda harus duduk bersama dan berdiskusi untuk menetapkan makna dari design web yang telah dibuat.

Ingatlah! Bahwa website bukanlah bab dari sebuah seni, tetapi merupakan tampilan yang menampung aneka macam fungsi dari sebuah server. Fungsi yang dimaksud sanggup berarti : menjual produk, berita, hiburan, olahraga, diary, komunitas dsb. Khusus untuk pekerjaan desain ulang (redesign), tanyakan kenapa dilakukan? Sekedar wajah baru, menaikkan jumlah pengunjung, mengundang partisipasi user, menaikkan jumlah user yang melaksanakan register.

2. Identifikasi sasaran audience yang melihat

Siapa yang disasar sebagai calon pengunjung sangat besar lengan berkuasa kepada tampilan dan fungsi sebuah web. Ada beberapa aspek desain yang akan mensugesti design web tersebut, menyerupai umur, kelamin, profesi dan kompetensi. Sebagai contoh, website yang berisi game untuk kaum muda sangat membutuhkan desain yang “wah” dengan hukum yang lebih detail mengingat audiencenya merupakan user cerdas.

Dua web diatas (jQuery.com dan Disney.com) diganti tampilannya, diubahsuaikan pasar yang akan mengunjungi web tersebut.

3. Menentukan Brand dari sebuah web

Banyak sekali webdesigner menggunakan jalan pintas untuk mencari ide yang didasarkan pada tren desain yang ada. Tombol glossy, gradient dan efek refleksi sanggup jadi sangat cocok untuk beberpa web. Tetapi sanggup jadi tidak cocok dengan Brand yang sedang diusung.

Memikirkan warna, perasaan yang akan disampaikan semestinya harus menawarkan kekuatan untuk Brand web tersebut.

Web Carbonica diatas bermaksud mengajak mengurangi emisi karbon. Cantik sekali, designer menggunakan gambar dan texture kertas hasil recycle. Warna juga diambil dari warna bumi yang hijau dan coklat.

Design restaurantica bertujuan biar pengunjung serasa didalam restaurant dengan segal pernak-perniknya.

4. Tujuan Akhir Desain

Anda sudah mengetahui kegunaan web,membuat target, identifikasi calon user dan menetapkan brand. Pertanyaanya yaitu ; Bagaimana mmembuat desain yang selaras dengan taktik anda?? Mudahnya lihat teladan berikut ini :

* Tujuan utama saya yaitu menarik user untuk mendaftar (subscriber) ke dalam web yang kita desain. Maka setidaknya ada 3 langkah untuk mendukung sasaran tersebut :

  1. Persingkat text atau keterangan. Jangan gunakan bahasa terlalu detail sehingga membingungkan pengunjung.
  2. Perjelas tombol atau kolom ‘pendaftaran’ dengan warna atau gambar khusus sehingga gampang untuk ditemukan.
  3. Persingkat item-item registrasi. Calon pendaftar hanya mengisi yang penting-penting saja. Untuk formulir lebih detail sanggup dilakukan ketika sudah mendaftar di lain waktu.

Bagaimana cara menerapkan design taktik untuk merk dan audience?? Jika website tersebut focus di ‘entertainment’ maka buatlah design yang ‘experience’. Bebas menggunakan banyak warna dan gambar untuk menajamkan design. Jika web yang dibentuk focus kepada penyampaian informasi contohnya blog, atau majalah. Maka buatlah dengan efisien dan menarik. Navigasinya terang dan tidak membingungkan.

Stubmatic (Layanan tiket online) mengutamakan gambar sebagai penjelasan. Halaman sign-up ada di semua halaman.

TechCrunch (blog technologi) dengan setting ideal

5.  Tool Analysis Target

Web sudah jadi dan sanggup dinikmati. Ini saatnya nuntuk melihat atau mengukur sasaran kesuksesan. Jika anda menginginkan user pendaftar sebanyak-banyaknya, maka lihatlah perubahan ketika design dirubah. Jika itu sebuah blog, silahkan cek di RSS statistiknya. Jika ingin mengetahui kadar interaksi dengan pengunjung, lihatlah berapa banyak posting komentar atau posting feedback yang dibuat.

Anda sanggup menggunakan Google Analytics untuk membantu anda untuk menganalisis kesusksesan sebuah web.

6. Kaizen

Sebuah filosofi dari Jepang, yaitu kai artinya perubahan dan zen artinya baik. Continuous Improvement yaitu inti dari Kaizen. Ketika bekerja dalam dunia web, kita harus berpikir bahwa yang sudah terpublish tidak ada versi finalnya. Kita akan selalu melaksanakan perbaikan terus-menerus hingga sempurna. Ide perbaikan sanggup dari kita sendiri dan sanggup juga menjaring masukan dari pengunjung.

Semoga bermanfaat!


Sumber https://ilmukomputer.org/

Author: 
    author
    No related post!