Tren Internet Indonesia 2009

29 views

Tentu bukanlah hal yang gampang memprediksi secara sempurna tren konten dan layanan yang akan ramai menghiasi Internet di tahun 2009. Apalagi bila kita khususkan untuk Indonesia, jujur saja sulit mencari data yang valid untuk kita analisa. Saya mencoba menggabungkan tiga pendekatan, melalui analisa fenomena yang mulai muncul di penghujung tahun 2008, tren strategis computing di tahun 2009 berdasarkan Gartner, dan data pergerakan tingkat kunjungan (traffic ranking) ke Internet dari Indonesia berdasarkan perhitungan Alexa.

Social Networking, saya yakin akan tetap menjadi jenderal layanan dan konten Internet di Indonesia. Booming Friendster.com di kalangan pelajar dan mahasiswa pada empat tahun terakhir, telah menempatkan Indonesia sebagai pemilik account Friendster nomor tiga sedunia. Melihat tren penghujung tahun 2008, ada kemungkinan layanan social networking akan sedikit bergeser ke Facebook.com. Brand Facebook yang lebih remaja dan lebih kaya dengan aplikasi, membawa tantangan gres bagi mantan maniak Friendster untuk lebih banyak bereksperimen. Fenomena menarik bahwa seruan kegiatan workshop, seminar hingga kegiatan janji nikah juga sudah mulai bergeser dari mailing list dan email ke Facebook. Social networking juga termasuk teknologi strategis yang selalu muncul dalam prediksi Gartner di tahun 2007-2009. Dukungan aplikasi social networking yang berjalan di handheld, baik handphone maupun PDA, termasuk blackberry dengan kemampuan push mail dan messenger-nya, akan semakin menambah mapan kultur gres social networking di Indonesia. Top 100 Traffic Ranking versi Alexa dengan pilihan wilayah negara Indonesia masih menempatkan layanan social networking pada rangking-rangking atas, meskipun secara jumlah masih bila dengan layanan file repository.

Tren Blogging di tahun 2009 saya duga akan berubah, khususnya dalam kualitas konten. Blog yang di kurun awal kemunculan banyak didominasi konten teknis di bidang komputer, menyerupai kita ketahui kemudian bergeser ke jurnalisme warga (citizen journalism) yang membahas banyak sekali hal perihal kehidupan. Konten blog sempat sedikit kehilangan arah, saat banyak anak muda yang dengan cara instan ingin mendapatkan uang lewat bisnis di internet. Blog digunakan untuk kawasan copy-paste artikel dari kawasan lain, sekedar memenuhi syarat dasar bisa dipasang kegiatan advertising dan affiliate. Dengan maraknya kompetisi dan lomba blog baik level nasional maupun internasional, saya yakin ikut membantu meningkatkan kualitas konten blog, dan tentu semakin menarik bila arahnya ke konten pendidikan. Apresiasi perlu kita berikan kepada Departemen Pendidikan Nasional lewat Pustekkom yang memperlihatkan penghargaan eLearning Award bagi blog yang sifatnya edukatif. Demikian juga untuk Seamolec yang mengadakan lomba blog untuk level SD, Sekolah Menengah Pertama dan SMA. Tren blogging di penghujung final tahun 2008 banyak yang mengarah ke personal branding. Ini fenomena faktual dan seni administrasi cerdas, sebab Internet dengan total pengguna di dunia mencapai 1,5 miliar dan di Indonesia lebih dari 25 juta, yaitu pasar besar. Jumlah pengguna Internet hanya bisa dikalahkan oleh TV yang mencapai jumlah pengguna 40 juta di Indonesia.

Bagaimana nasib Internet Business di Indonesia? Dukungan payment gateway yang sangat populer yaitu Paypal.com, yang memungkinkan penarikan uang via bank di Indonesia semenjak awal tahun 2008, akan menambah marak tren Internet Business di Indonesia pada tahun 2009. Kehadiran payment gateway akan mempermudah dan mempercepat proses transaksi e-Commerce dengan memakai kartu kredit. Selama ini kita mendapatkan hambatan berupa kerumitan dan kelambatan implementasi e-Commerce sebab kita memakai cara manual transfer dana ke rekening bank dalam proses pembayaran. Semakin sadarnya para pelaku bisnis di internet khususnya yang mengikuti kegiatan publisher iklan, mudah-mudahan bisa membawa ke arah peningkatan kualitas konten. Kaprikornus tidak melulu menyebar sampah berupa situs tidak bermanfaat, hanya sebab mengejar ambisi meningkatkan jumlah situs yang bisa dipasangi iklan. Kreatifitas maya yang orisinal, antikerumunan dan ada di jalur samudera biru (blue ocean), dibutuhkan bisa muncul di Indonesia pada tahun 2009.

Mesin pencari (search engine) akan semakin merasuk sebagai kultur pencarian masyarakat Indonesia pada tahun 2009. Tidak hanya untuk mencari isu menyerupai yang selama ini kita lakukan, tapi juga saat universitas atau perusahaan mencari seorang dosen, nara sumber, pembicara seminar, konsultan, dsb. Kultur pencarian akan match dengan kultur personal branding yang kita lakukan di internet lewat blogging. Seiring dengan tren ini, di tahun 2009 saya pikir akan banyak para professional yang memakai teknik Search Engine Optimization (SEO) alias mengoptimisasi mesin pencari untuk tujuan karir dan marketing diri.

Yang terakhir, bagaimanapun juga file repository dengan koleksi ebook, software, musik, video tetap menjadi layanan favorit. Jumlah penyedia layanan file repository yang muncul di Top 100 Traffic Ranking Alexa wilayah Indonesia juga mengagumkan, sebab jumlahnya sangat mendominasi. File repository bahkan secara kuantitas mengalahkan layanan entertainment dan situs-situs dewasa (pornografi), yang mudah-mudahan bukan lagi layanan yang mendominasi Internet Indonesia di tahun 2009 ini.

Tetap dalam perdjoeangan!

(*) Tulisan ini juga diterbitkan oleh majalah CHIP edisi Pebruari 2009 dalam kolom Opini dan di RomiSatriaWahono.Net


Sumber https://ilmukomputer.org/

Author: 
    author
    No related post!